Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Cara Mengatasi Flu Dan Batuk Pada Bayi 6 Bulan


Bayi Anda Sakit Flu? Begini Cara Tepat Mengatasinya

Bayi yang mengalami flu perlu ditangani dengan cepat dan tepat, karena di usia ini ia rentan mengalami komplikasi akibat flu. © Disediakan oleh Mother and Baby Bayi Anda Sakit Flu? Begini Cara Tepat Mengatasinya





Dengan sistem kekebalan tubuh yang belum sempurna, Si Kecil masih rentan untuk terjangkit berbagai penyakit, terutama penyakit akibat infeksi virus atau bakteri. Nah, salah satu penyakit infeksi virus yang umum adalah flu yang disebabkan oleh virus influenza.

Jika pada orang dewasa penyakit flu bisa sangat mengganggu kenyamanan tubuh walau tak membahayakan, lain halnya jika flu menyerang bayi. Pasalnya, bayi cenderung lebih mudah mengalami berbagai komplikasi akibat flu, seperti pneumonia. Maka dari itu, penanganan flu pada bayi harus tepat dan cepat. Simak penjelasannya berikut ini, Moms!

Hal pertama yang perlu Moms lakukan adalah mengidentifikasi gejala flu pada Si Kecil. Melansir Healthline, ada beberapa geala umum flu pada bayi, yakni demam, rewel, terlihat mudah lelah, susah makan, sering menangis (berpotensi sebagai tanda nyeri otot), batuk, muntah, dan diare.

Ketika Moms mendapati Si Kecil memiliki beberapa gejala flu, maka ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk menanganinya, yaitu:

• Jika Si Kecil belum berusia 6 bulan, maka membawa dan memeriksakannya pada dokter adalah langkah yang tepat. Sebabnya, bayi yang mengalami flu di bawah usia 6 bulan memiliki risiko tinggi untuk mendapatkan perawatan rumah sakit, jika dibandingkan dengan anak-anak di usia lain.

• Hindari penggunaan AC karena dapat membuat hidung Si Kecil tersumbat. Namun, jika penggunaan AC tidak bisa dihindari, maka lebih baik sediakan humidifier di dekat Si Kecil. Moms juga bisa tambahkan minyak esensial mint yang aman buat bayi untuk efek melegakan yang lebih optimal.

• Lendir berupa ingus adalah tanda bahwa tubuh sedang melawan virus. Tapi, Moms bisa memudahkan Si Kecil lega dari ingus dengan menggunakan nasal spray atau nasal saline drops. Sesuaikan dosis penggunaannya dengan usia Si Kecil.

• Moms bisa tepuk punggung bayi dengan lembut untuk meringankan pernapasan yang tersumbat.

• Bersihkan hidung dari ingus atau lendir. Oleskan petroleum jelly pada kulit hidungnya untuk menghindari iritasi.

• Jika perlu, berikan Si Kecil obat flu yang mengandung parasetamol atau ibuprofen untuk meredakan berbagai gejala flu. Namun, konsultasikan ini pada dokter dan sesuaikan dosisnya dengan usia Si Kecil. Hindari pemberian obat yang mengandung aspirin.

• Peluk atau gendong Si Kecil untuk memberikan kenyamanan ekstra.

Flu pada bayi tidak bisa dianggap sepele, Moms. Melansir laman resmi Center for Disease Control and Prevention (CDC), ada beberapa komplikasi flu yang bisa dialami oleh anak di bawah usia 5 tahun, antara lain:

• Kondisi kesehatan kronis, seperti penyakit jantung atau asma

• Disfungsi otak

• Dehidrasi

• Pneumonia

• Masalah sinus atau infeksi telinga

• Pada kasus tertentu yang langka, flu pada bayi bahkan bisa menyebabkan kematian.

Segera bawa Si Kecil ke dokter jika:

• Tidak menunjukkan kondisi yang membaik setelah 2 hari

• Tidak ingin minum

• Sering muntah

• Tampak pucat dan lesu

• Tampak sulit bernapas

• Berusia di bawah 3 bulan

• Batuk yang tak kunjung sembuh lebih dari 3 minggu. (Gabriela Agmassini/SW/Dok. Freepik)


Obat tbc 6 bulan - Batuk, flu, panas, sariawan dan radang

Cara Mengatasi Batuk pada Bayi di Rumah - Alodokter

Cara Mengatasi Batuk pada Bayi yang Aman. Batuk yang disebabkan infeksi virus sebenarnya dapat sembuh dengan sendirinya tanpa menggunakan obat-obatan. Namun, batuk sering kali membuat bayi sulit tidur dan rewel. Jika Si Kecil tampak rewel dan kurang nyaman karena batuk, Bunda dapat melakukan beberapa cara mengatasi batuk pada bayi berikut ini: 1. Suara.com - Moms Jangan Panik saat Bayi Batuk Terus-menerus, Ini Cara Mengatasinya

Batuk pada bayi memang sering terjadi. Sebagai respon tubuh alami batuk yang sesekali terjadi merupakan hal normal. Namun apabila batuk pada bayi berlangsung terus-menerus maka dapat mengindikasikan adanya gangguan kesehatan terterntu.

Sebagai orang tua, penting untuk mengatahui jenis batuk yang umum dialami oleh bayi. Pasalnya, setiap jenis batuk memiliki faktor penyebab yang berbeda-beda sehingga metode penanganan maupun jenis obat batuknya pun berbeda. Selain itu, batuk pada bayi juga dapat menjadi gejala dari penyakit tertentu yang bisa membahayakan kesehatan bayi.

Berikut ini adalah penjelasan jenis-jenis batuk pada bayi beserta gejala dan penyebabnya, sebagaimana yang dilansir Hello Sehat dari Parents.

Baca Juga: Minum Air Pegunungan, Anak ini Batuk Berdarah Sampai 10 Hari, Apa Sebabnya?

1. Batuk gejala pilek atau flu

Hidung beringus dan sakit tenggorokan dapat menjadi indikasi bahwa si kecil akan terserang pilek atau flu. Selain itu, bayi bisa saja mengalami batuk. Dua jenis batuk yang umum dialami oleh bayi ketika terserang flu di antaranya:

Batuk Berdahak

Batuk berdahak merupakan jenis batuk pada anak yang disertai oleh keluarnya dahak. Pada bayi, batuk ini umumnya disebabkan oleh infeksi virus dan bakteri yang terjadi di saluran pernapasan.

Infeksi tersebut menyebabkan saluran nafas memproduksi lendir berlebih sehingga menghambat udara untuk mengalir di saluran pernapasan. Kelebihan dahak pun merangsang terjadinya batuk. Saat bayi mengalami pilek atau flu, mereka lebih berisiko mengalami batuk berdahak.

Baca Juga: Suara Hilang Akibat Batuk, Inilah yang Sedang Terjadi pada Tubuh Anda

Batuk Kering

Berbeda dengan batuk berdahak, batuk kering tidak disertai dengan keluarnya dahak. Jenis batuk pada bayi ini biasanya dipicu oleh alergi dan virus pilek atau flu. Kondisi tersebut menyebabkan peristiwa post-nasal drip yang mana membuat hidung menghasilkan lendir berlebih sehingga jatuh ke bagian belakang tenggorokan dan merangsang terjadinya batuk.

2. Batuk Croup

Batuk croup adalah infeksi pernapasan yang terjadi ketika laring atau kotak suara, batang tenggorokan (trakea), dan bronkus, yaitu saluran udara ke paru-paru mengalami iritasi dan membengkak. Pembengkakan pada sejumlah saluran pernapasan ini dapat menyebabkan penyempitan saluran pernafasan sehingga bayi sulit untuk bernapas dan bayi akan mengeluarkan batuk seperti gonggongan.

Gejalanya akan berupa panas, demam, adanya ingus di dalam hidung. Pada kondisi tertentu, saat batuk pada bayi semakin parah bisa menyebabkan si kecil sesak napas sehingga kulitnya lama kelamaan memucat atau membiru karena kekurangan oksigen.

Selain disebabkan oleh infeksi influenza, parainfluenza RSV, campak, dan adenovirus, batuk pada bayi ini juga bisa diakibatkan oleh alergi dan asam lambung yang naik. Batuk ini bisa menyerang bayi berumur 3 bulan, tapi juga rata-rata dapat menyerang anak usia 5 sampai di atas 15 tahun.

3. Batuk Rejan

Bayi merupakan golongan usia yang paling rentan terkena batuk rejan (pertusis) atau yang lebih populer dikenal dengan batuk seratus hari. Selain batuk berkepanjangan, batuk rejan juga ditandai dengan tarikan napas yang mengeluarkan suara bernada tinggi “whoop” atau mengi (berbunyi ngik ngik). Batuk pada bayi ini disebabkan oleh bakteri Bordetella pertussis yang menginfeksi saluran pernapasan.

Gejalanya yang muncul dapat berupa panas, demam, adanya ingus di dalam hidung. Bakteri ini biasa menjangkiti bayi berusia enam bulan hingga tiga tahun. Saat mengalami batuk ini, bayi juga berpotensi untuk terkena komplikasi yang menyebabkan masalah kesehatan yang serius seperti paru-paru basah pneumonia, epilesi, dan pendarahan pada otak.

Karena disebabkan oleh bakteri, maka batuk rejan dapat diatasi dengan mengonsumsi antibiotik, yakni erythromycin, tentunya melalui resep khusus dari dokter. Tindakan pencegahan dari dini seperti memberikan vaksin DTap juga bisa dilakukan untuk mengurangi risiko penularan batuk rejan.

4. Batuk gejala bronkiolitis

Banyak hal yang dapat menjadi faktor pemicu terjadinya penyempitan di saluran pernapasan, termasuk polusi dan iritan yang berasal dari lingkungan sekitar. Kondisi ini dapat mengarah pada infeksi saluran pernapasan yang dinakaman bronkiolitis yang biasanya dialami bayi berusia sekitar satu tahun. Jika infeksi semakin parah, bronkiolitis dapat mengancam keselamatan jiwa si kecil.

Selain itu, batuk pada bayi ini juga bisa disebabkan oleh cuaca yang dingin. Hal ini terjadi karena saluran udara kecil ke paru-paru terinfeksi dan berlendir. Bayi menjadi kesulitan bernapas. Gejala yang muncul berupa adanya ingus di dalam hidung, batuk kering, kehilangan selera makan. Lama-lama akan mengakibatkan pilek, infeksi telinga, batuk croup, dan pneumonia.

5. Batuk gejala pneumonia

Pneumonia meruapakan peradangan paru-paru yang umumnya disebabkan oleh infeksi bakteri, namun juga bisa disebabkan oleh virus. Kondisi ini menyebabkan paru-paru memproduksi dahak berlebih sehingga terjadi penumpukan dahak di area paru-paru. Oleh sebab itu pneumonia juga dikenal dengan paru-paru basah.

Penyakit ini bisa memicu gejala batuk pada bayi. Selain itu, bayi yang batuk akibat penyakit pneumonia juga biasanya disertai oleh dahak yang cukup pekat dan memperlihatkan warna hijau kekuningan. Dalam kondisi parah, batuk pada bayi juga bisa disertai darah sehingga memerlukan penanganan medis sesegera mungkin. Pengobatan penyakit ini bergantung dari penyebabnya. Pneumonia yang disebabkan oleh infeksi bakteri bisa disembuhkan dengan antibiotik.

6. Batuk akibat asma

Batuk ini biasanya dialami oleh bayi yang mengidap penyakit asma. Asma sendiri terjadi ketika terdapat penyempitan saluran udara akibat peradangan. Faktor pemicu terjadinya batuk pada bayi ini bisa disebabkan oleh fakto-faktor yang juga mengakibatkan kambuhnya asma.

Gejala yang muncul umumnya bayi terlihat kesulitan untuk bernapas dengan retraksi atau tarikan pada dada, dan diikuti dengan gejala-gejala yang biasa terjadi ketika mengalami flu, yaitu hidung gatal dan tersumbat, keluhan ini dapat disertai dengan mata berair. Batuk pada bayi ini dapat berlangsung di siang hari, namun biasanya akan memburuk di malam hari atau pada saat suhu di sekitar berubah dingin.

Klik halaman berikutnya untuk mengetahui cara mengatasinya.

Lakukan cara-cara ini sebelum Anda hamil, atau saat Anda di awal kehamilan.

Seorang wanita mengalami serangan jantung dan harus rawat inap gara-gara melakuk

Tetapi tidak semua operasi caesar yang dilakukan saat ini diperlukan karena alas

Selama sepekan, 14-20 Juni 2021, ada banyak berita kesehatan terpopuler yang per

Pasien kanker hati memiliki peluang hidup yang berbeda-beda, karena dipengaruhi

Selama pandemi, dokter terus melaporkan temuan mereka bahwa Covid-19 memengaruhi

Mana saja titik erogenous pada perempuan?

Simak deretan berita kanal Health paling populer di Suara.com edisi Minggu, 20 J

Tak banyak yang tahu bahwa kulit buah-buahan tropis tersebut sebenarnya punya ma

Ikuti Kami

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

© 2021 suara.com - All Rights Reserved.


Moms Jangan Panik saat Bayi Batuk Terus-menerus, Ini Cara Mengatasinya

Suara.com - Moms Jangan Panik saat Bayi Batuk Terus-menerus, Ini Cara Mengatasinya Batuk pada bayi memang sering terjadi. Sebagai respon tubuh alami batuk yang sesekali terjadi merupakan hal normal. Cara Mengatasi Batuk pada Bayi Secara Efektif ~ Blog Vivlio

5 Cara Ampuh Mengatasi Batuk pada Bayi

5 Cara Ampuh Mengatasi Batuk pada Bayi. Bayi memang belum memiliki sistem imunitas yang cukup kuat. Hal ini membuatnya rentan terkena penyakit yang disebabkan oleh virus dan bakteri, seperti batuk. Sayangnya, pemberian obat belum boleh dilakukan karena dapat memberikan efek samping pada bayi.

Pengobatan Flu Dan Batuk Pada Bayi Usia 6 Bulan - Alodokter

Terimakasih telah bertanya ke Alodokter. Batuk dan pilek merupakan salah satu penyakit yang sering mengenai bayi dan anak-anak. Menurut beberapa literatur, kebanyakan bayi mengalami batuk pilek setiap 1 hingga 3 bulan sekali. Penyebab rentannya bayi mengalami batuk pilek ini adalah karena masih belum optimalnya daya tahan tubuh mereka. Obat Flu Anak Bayi 3 Bulan - Baby Love

5 Pilihan Obat Flu Alami untuk Redakan Batuk Pilek

Tidak hanya dengan menggunakan obat-obatan alami di atas, Anda juga bisa mencoba tips-tips sederhana lainnya untuk meredakan gejala flu, seperti: 1. Kumur air garam. Apabila Anda mengalami gejala batuk selama terkena flu, berkumur dengan air garam dapat membantu mengurangi rasa gatal dan kering di tenggorokan.

Mengobati Flu, Batuk Pilek Secara Tradisional dan Manjur | HonestDocs

Cara mengobati flu dan batuk pilek yang ampuh. 1. Seringlah membuang ingus. Sangat penting untuk membuang ingus secara teratur ketika ingus menumpuk di hidung. Hal ini penting untuk membuang virus-virus dan mungkin bakteri yang ada di dalamnya. Saat membuang ingus, lakukan secara perlahan dengan bergantian. Obat Pilek Anak Bayi 2 Bulan - Baby Love

6 Tips Puasa saat Menderita Flu dan Batuk, Konsumsi Vitamin C saat

Jeruk, paprika hijau dan merah, buah kiwi, bayam, serta buah dan sayur mentah lainnya adalah sumber vitamin C. Pastikan kamu mengonsumsi vitamin C secukupnya, jangan terlalu berlebihan. Walaupun puasa, kamu tetap harus minum obat sebagai salah satu tips puasa saat menderita flu dan batuk.

10 Cara Mengatasi Flu pada Anak Agar Cepat Sembuh, Cegah - merdeka.com

Dengan kondisi yang tak menentu, seperti seringnya turun hujan tiba-tiba, dapat menyebabkan pilek dan flu, terutama pada anak. Setidaknya, ada lebih dari 200 virus yang dapat menyebabkan pilek atau penyakit yang juga disebut dengan salesma atau common cold ini. Bisakah Mengatasi Batuk Pilek Bayi Baru Lahir dengan ASI

6 Jenis Batuk pada Anak, Begini Cara Mengatasinya

6 Jenis Batuk pada Anak, Begini Cara Mengatasinya. Jakarta - Sebagian anak-anak rentan dengan batuk dan pilek. Mayoritas batuk pada anak disebabkan oleh kondisi pernapasan, seperti pilek, flu atau asma. Kendati demikian, kondisi itu kadang bisa menandakan sesuatu yang lebih serius seperti batuk rejan atau pneumonia. cara mengatasi flu dan batuk pada bayi 6 bulan

cara mengatasi flu dan batuk pada bayi 6 bulan

cara aktifkan hotspot di iphone,cara agar cepat haid,cara aktivasi windows 10,cara aktivasi kartu telkomsel,cara aktivasi kartu simpati,cara agar cepat hamil,cara aktivasi efin,cara agar muka simetris,cara aktivasi windows 10 gratis,cara activate windows 10,mengatasi asam lambung naik,mengatasi asam lambung,mengatasi anyang anyangan,mengatasi anak susah makan,mengatasi anak tantrum,mengatasi anemia,mengatasi anak demam,mengatasi asam lambung naik saat puasa,mengatasi angin duduk,mengatasi anak muntah,flu anosmia,flu atau covid,flu anak,flu adalah brainly,flu alergi,flu antigen positif,flu anjing,flu asia,flu after covid vaccine,flu anak obat,dan atau,dan aku milikmu malam ini,dan and phil,dan aykroyd,dan and shay,dan ariely,dan axel zagadou,dan adalah konjungsi,dan aku mencintaimu,dan aaron ramnarong,batuk alergi,batuk adalah,batuk alergi pada anak,batuk asam lambung,batuk anak,batuk asma,batuk ada bercak darah,batuk angin,batuk adalah pdf,batuk anjing,pada autoimunitas,pada artinya bahasa sunda,pada abad ke-5 telah terdapat,pada awalnya terdapat 500 bakteri,pada akhir tahun 1944,bayi ajaib,bayi asi tidak bab,bayi adalah,bayi alergi susu sapi,bayi ajaib 1982,bayi asi sering bab,bayi aktif dalam kandungan,bayi asi susah bab,bayi alergi,bayi anjing,6 agama di indonesia,6 april 2021,6 am utc to wib,6 april zodiak apa,6 ampere berapa watt,6 agenda reformasi,6 agustus zodiak apa,6 am jam berapa,6 akar 2,6 agama,bulan april 2021,bulan adalah,bulan adalah satelit bumi yang,bulan april,bulan arab,bulan apit 2021,bulan april zodiak apa,bulan apa sekarang,bulan april musim apa,bulan agustus zodiak apa

Obat tbc 6 bulan - Batuk, flu, panas, sariawan dan radang

Cara Mengatasi Batuk pada Bayi Secara Efektif ~ Blog Vivlio

Obat Flu Anak Bayi 3 Bulan - Baby Love

Obat Pilek Anak Bayi 2 Bulan - Baby Love

Bisakah Mengatasi Batuk Pilek Bayi Baru Lahir dengan ASI


Posting Komentar untuk "Cara Mengatasi Flu Dan Batuk Pada Bayi 6 Bulan"